Kamis, 25 April 2013

TEH YANG NIKMAT, BISA MEMBAHAYAKAN..LHO!!


Siapa yang tidak kenal teh..? Siapa sich yang belum pernah menikmati kesegaran dan kehangatan secangkir teh..? Namun begitu, banyak orang yang tidak tahu cara minum teh yang benar bahkan bisa dikatakan “salah” ketika menikmati minuman teh ini. Hal ini tentunya memberi efek buruk bagi kesehatannya, tanpa ia sadari..! Inilah yang mendasari saya mengahdirkan artikel ini, dipicu dari kebarusadaran saya dari kebiasaan-kebiasan selama ini. Mungkin ada bernasib sama seperti saya. Untuk itu, sebelum kita membahas topik diatas, saya mengajak anda terlebih dahulu mengenal lebih dalam apa sich teh itu ?

Teh adalah minuman yang mengandung kafein, sebuah infusi yang dibuat dengan cara meneduh daun, pucuk daun atau tangkai daunyang dikeringkan dari tanaman Camellia Sinensis dengan air panas. Istilah “teh” juga digunakan untuk minuman yang dibuat dari buah, rempah-rempah atau tanaman obat lain yang diseduh yang biasanya disebut Teh Herbal. Teh merupakan sumber alami kafein, teofilin dan antioksidan dengan kadar lemak, karbohidrat atau protein mendekati nol persen. Tau ga.. asal mulanya teh ditemukan... ? Phon teh cina (Camellia Sinensis) ditemukan dan berasal dari Cina tepatnya di provinsi Yunnan, bagian barat daya Cina pada abad ke-8 SM. Teh cina pada awalnya digunakan untuk bahan obat-obatan dan pelengkap masakan. Namun pada zaman dinasti Han (221 SM – 476 SM) teh mulai diolah dengan pemprosesan yang terbilang sederhana, dibentuk membulat, dikeringkan dan disimpan dan teh mulai dijadikan sebagai minuman, teh diseduah dan dikombinasikan dengan ramual lain seperti jahe. Teh selanjutnya dibawa oleh seorang pendeta Budha bernama Yeisei ke Jepang. Teh kemudian dibawa oleh bangsa Portugis yang menjalin hubungan dagang dengan Cina ke beberapa negara Belanda, Perancis dan Balthik yang selanjutnya dengan cepat menyebar dan populer ke belahan dunia barat sekitar tahun 1560-an. Pada tahun 1650-an orang belanda membawa teh cina ini ke Amerika serikat dan selanjutnya berkembang juga sampai ke Inggris. Teh dikelompokkan berdasarkan cara pengolahannya. Daun teh segera layu dan mengalami oksidasi kalau tidak segera dikeringkan setelah dipetik. Proses pengiringan membuat daun menjadi berwarna gelap karena terjadi pemecahan klorofil dan terlepasnya unsur tanin.
Proses selanjutnya berupa pemanasan basah dengan uap panas agar kandungan air pada daun menguap dan proses oksidasi bisa dihentikan pada tahap yang sudah ditentukan. Nah berdasarkan tingkat oksidasi ini, teh terbagi atas beberapa jenis yakni : (1) Teh Putih, yang dibuat dari pucuk daun yang tidak mengalami proses oksidasi dan sewaktu belum dipetik dilindungi dari sinar matahari untuk menghalangi pembentukan klorofil. (2) Teh Hijau, yang dibuat dari daun teh yang langsung diproses setelah dipetik. Setelah daun mengalami oksidasi dalam jumlah minimal, proses oksidasi dihentikan dengan pemanasan. (3) Teh Oolong, hampir sama prosesnya dengan teh hijau namun untuk proses oksidasi dihentikan di tengah-tengah antara teh hijau dengan teh hitam yang biasanya memakan waktu 2-3 hari. (4) Teh Hitam atau Merah, hampir sama rosesnya dengan teh hijau namun daun teh dibiarkan teroksidasi secara penuh sekitar 2 minggu hingga 1 bulan. Teh mengandung sejenis antioksidan yang bernama katekin. Pada daun teh segar, kadar katekin bisa mencapai 30 % dari berat kering. Teh hijau dan teh putih mengandung katekin yang tinggi, sedangkan teh hitam atau merah mengandung lebih sedikit katekin karena zat tersebut hilang dalam proses oksidasi.

Teh dikenal sebagai minuman populer yang punya segudang manfaat khususnya sebagai antioksidan. Minuman ini nisa menurunkan resiko penyakit jantung, kanker, diabetes, gusi, stres, membakar lemak, dan membantu menurunkan berat badan. Namun dibalik segudang manfaat dari teh tersebut, jika anda tidak tepat baik dari segi waktu, kuantitas maupun kualitas teh saat anda mengkonsumsinya, maka bukan manfaat yang anda peroleh tapi bahaya yang menanti anda.

1.     Minum teh sambil atau setelah makan sudah jadi kebiasaan, tapi tahukan anda, kebiasaan itu ternyata tidak sehat? Menurut para dokter, teh sebaiknya tidak diminum saat maupun setelah makan. Karena teh mengandung zat tanin dan Catechin yang dapat mengikat mineral (zat besi) pada makanan yang kita konsumsi sehinga daya serap sel darah terhadap zat besi menurun. Efek membahayakan dari kebiasaan ini tentunya tidak secara langsung akan tetapi jika kebiasaan ini berlangsung secara terus menerus, maka penyerapan zat besi dalam darah terganggu. Dampaknya, lama kelamaan tubuh akan kekurangan zat besi. Zat besi berguna untuk membentuk sel darah merah atau eritrosit, jika kita kekurangan zat besi akan timbul penyakit kekurangan sel darah merah atau eritrosit yang sering disebut Anemia. Anemia yang parah dalam waktu lama bisa mengakibatkan komplikasi diantaranya gagal jantung, gangguan pertumbuhan dan komplikasi saat persalinan. Ngeri juga ka...? Jadi, jika ingin minum teh aturlah waktu kurang lebih dua jam sebelum atau sesudah makan.
2.    Teh terkadang diseduh terlalu kental atau jumlahnya berlebihan, padahal itu juga buruk bagi kesehatan. Teh mengandung kafein yang memiliki sifat diuretik tau mendorong produksi air seni, sehingga bisa menyebabkan anda dehidrasi.
3.     Banyak orang yang ketika minum obat dibarengi dengan minum teh, padahal hal tersebut sangat tidak baik bahkan cenderung berbahaya. Kandungan tanin dalam teh dapat mengikat senyawa aktif obat sehingga sukar diabsorbsi atau diserap dari saluran pencernaan. Hal ini mengakibatkan kandungan obat yang diabsorbsi terbatas jumlahnya dan khasiat obat pun jadi berkurang. Selain absorbsi obat yang terganggu, tanin yang memiliki gugus fenol yang berikatan dengan protein sehingga jumlah protein bebas dalam tubuh berkurang. Hal ini mengakibatkan obat bebas yang berada di sistem sirkulasi tubuh tidak dapat berikatan dengan protein. Akibatnya jumlah obat dalam bentuk bebas meningkat. Peningkatan ini dapat berefek toksik karena obat dapat langsung menuju membran sel  dan menimbulkan efek berlebihan dalam tubuh. Kafein yang bterkadung dalam teh juga mempunyai efek stimultan terhadap susunan syaraf pusat. Maka hindari konsumsi teh jika dalam menggunakan obat-obat yang juga dapat merangsang susunan syaraf pusat seperti teofilin atau epinefrin yang terkandung pada obat-obatan asma.
4.  Jika anda sedang menderita demam sebaiknya jangan minum teh. Teh mengandung theophyline yang dapat meningkatkan suhu badan.
5.    Jika anda menderita insomnia atau sulit tidur sebaiknya jangan minum teh, kafein yang terkandung dalam teh dapat mengakibatkan bergairahnya sistem saraf dan menaikkan metaboisme dasar sehingga akan membuat semakin sulit tidur dan merasa gelisah.
6.    Bagi anda yang mengalami inkontinensia atau tidak dapat menahan kencing serta anda yang fungsi ginjalnya tidak baik, maka sangat dianjurkan untuk tidak mengkonsumsi teh secara berlebihan. Teh mengandung kafein yang memiliki sifat diuretik tau mendorong produksi air seni yang berfungsi melancarkan pembuangan air kemih. Sehingga jika anda banyak mengkonsumsi teh maka akan sangat mengganggu fungsi ginjal.
7.      Jika anda sedang hamil, disarankan untuk tidak terlalu sering mengkonsumsi teh. Wanita hamil sangat membutuhkan berbagai macam zat gizi untuk kebutuhan metabolisme tubuhnya dan nutrisi bagi janin yang dikandungnya. Seperti yang telah dijelaskan pada point (1) teh mengandung zat tanin yang dapat menggangu penyerapan zat besi yang memicu anemia dan bahkan bisa berkahir pada komplikasi saat persalinan.
8.   Jika anda ibu yang menyusui, anda juga disarankan untuk tidak mengkonsumsi teh secara berlebihan apalagi teh yang terlalu kental. Hal ini karena teh mengandung kafein yang dapat mempengaruhi pengeluaran air susu, sehingga produksi ASI berkurang. Selain itu kafein yang masuk kedalam tubuh bayi dapat mengakibatkan kejang pada usus bayi.
9.  Mengkonsumsi teh bagi anak-anak juga tidak terlalu baik. Banyak orang tua yang memberikan teh pada anak-anaknya bahkan ketika masih bayi untuk pengganti susu. Namun tahukan anda, itu sangat berbahaya..? Kafein yang terkandung dalam teh dapat mempengaruhi kinerja sistem syaraf yang pada akhirnya mempengaruhi susunan syaraf otak anak. Kandungan kafein juga bisa membuat anak gelisah dan susah tidur padahal tidur merupakan aktivitas penting bagi tumbuh kembangnya. Kafein ini juga berbahaya bagi jantung karena dapat merangsang pernafasan yang menggangu kinerja jantung. Kafein merupakan at yang tidak mudah dikeluarkan oleh tubuh melalui urin sehingga akan memberatkan fungsi ginjal dan akhirnya menggangu sistem penyerapan saluran pencernaan. Selain kafein, zat tanin pada teh juga bisa memicu anemia pada anak.
10.   Hindari mengkonsumsi teh saat perut kosong sebab dapat meningkatkan produksi asam lambung. Serta hindari minum teh yang sudah semalaman dibiarkan di udara terbuka karena banyak zat-zat dalam teh yang telah teroksidasi dan basi sehingga tidak layak dikonsumsi.

Jadi mengkonsumsi teh yang tidak tepat dapat berdampak buruk bagi kesehatan kita. Untuk itu, perhatikan cara yang baik untuk menghidangkan teh.

a.   Setiap tipe teh yang telah dijelaskan sebelumnya memiliki perbedaan suhu dan waktu untuk menghasilkan tek yang enak dan bermanfaat. Teh hitam diseduh dengan air panas pada suhu 90-95 derajat celcius selama 3-5 menit untuk mencapai rasa yang enak dan tingkat antioksidan yang tinggi. Teh Oolong diseduh dnegan air pada suhu 90-100 derajat celcius selama 1-3 menit. Sedangkan teh hijau diseduh pada suhu 60-80 derajat celcius selama 1 sampai 2 menit.
b.    Jika teh disajikan dnegan gula atau madu maka jangan mengaduk teh secara memutar melainkan dengan cara digerakkan bolak balik kiri kanan atau atas bawah sehingga tidak merusak kandungan polifenol dalam teh akibat bercampur dengan gula atau madu.
c.   Waktu minum teh juga harus diperhatikan. Teh hitam sebaiknya dimunum pada saat bangun tidur karena selain dapat menyegarkan tubuh, juga dapat memperlancar buang air kecil. Teh Oolong sebaiknya diminum pada siang hari. Teh hijau sebaiknya diminum pada sore hari.
d.   Minumlah teh pada suhu yang sedang tidak terlalu panas atau tidak terlalu dingin. Jika terlalu panans akan memicu kanker tenggorokan. Sebaiknya tidak menyeduh teh denga air bersuhu dibawah 80 derajat celcius agar zat-zat baik dalam teh tidak hilang. Sebaiknya menghindari minum teh dalam kemasan celup karena bungkus teh celup mengandung klorain yang dapat merusak manfaat teh itu sendiri. Jika terpaksa menggunakan teh celup maka jangan dicelup lebih dari 3 detik.


Semoga hadirnya artikel ini bisa menambah pengetahuan kita dan tidak terjebak pada kebiasaan-kebiasaan yang pada akhirnya berdampak buruk bagi tubuh kita sendiri. Selamat menikmati secangkir teh hangat yang nikmat, tapi ingatlah selalu hal-hal yang bisa membuat kenikmatan minum teh dapat membuat anda merugi. 

(Disadur dari berbagai sumber)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com